PUISI Ku
Hati yang tertatih
Kala embun menjatuhkan diri
Diterpa angin yang menduri
Sama seperti air mataku yang jatuh
Tak jauh dari irisan tajam yang menyentuh
Sembab sudah indera penglihatanku
Oleh kumpulan lapisan kisah ngilu
Skenario yg sudah ku susun rapinya
Kau cabik tiada sadarnya
Aku yang bersimbiosis
namun kau berbalas tangkis
Lagi lagi kau membuat ku bersegukan tangis
Sudah puaskah kau membuatku mengemis
Sebuah kisah yg bahkan tak pernah ada tindak manis
Sudahlah juangku tiada gunanya
Yang ada ku coba parkirkan hati ini
Lalu terbang tinggi memeluk bintang
Dan kembali mengepakan sayap tuk mengalihkan benua
Menelusuri planet lain yang baik hatinya
Lelah hati harus berpura pura percaya
Sudah cukup penuh omong kosongmu tiada guna
Ingin kubakar semua kisah lalu hingga tak bersisa
Aku berusaha terus menjaga
Namun kau malah memilih si dia
Bagus sekali ya balasanmu
Baik sekali di hadapanku
Dibelakangku kau luwes bermain main
Hingga Memerca segenggam hati yang sudah ku rajut rapi
Pergilah jauh² bersama pilihanmu itu
Otakku lebih rileks tanpamu
Hari hariku lebih ceria
Hidup seorang diri juga lebih leluasa
Menikmati eloknya dunia fana
Teruntuk seorang diri di masa kini
Percaya tak lagi mudah dilakukan
Tak ada lagi hati yang di percayakan
Yang ada hanya mati rasa menghinggap dihati
Dan mendamaikan diri dengan berbagai hobi
By. Ulfa
Komentar
Posting Komentar