Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Puisi ku

Gelembung temu Risi hatiku mendengarkan itu Yap?! getaran lonceng notifikasimu Rindu yang kutiup dalam-dalam Alhasil meringking juga diterpa angin temu Kalau saja kau tau.. Kardiaku jatuh mengangkasa Sebab rasaku padamu yang semakin mendewana Argh.. Galatnya pikiranku Bermandi lama dalam dinginnya buraan rindumu Lihatlah sayang.. hatiku yang mulai mengeriput Rasaku juga turut mengerucut Olehmu yang membuat rasaku kian akut Namun tak pernah bisa aku ketuk Aku tau, tentang kita kau tak akan pernah sudi menjadi sangkut paut Rasamu sekarang sudah surut Kebebasanku juga terus dituntut Tolong lenyaplah dalam sekali tepukan Tenggelamlah kamu dalam genangan Janganlah datang hanya untuk mengiang-ngiang Aku letih gelembung, Ragaku mulai merintih Rasa ini semakin pipih wahai gelembung Jangan paksa lagi aku tuk meniup dalam-dalam Kau tau? Apa gunanya aku merindu seorang Hanya untukmu yang tak mau diperjuangkan By ulfa

PUISIku

Virus Corona Kedatangannya menggemparkan para penghirup o dua Corona, enam huruf yang membenamkan segalanya Pendidikan, sosial, dan ekonomi terbelit konflik yang membelalakkan mata Semua lalu lalang berhenti tanpa kehendak dari para penghuni Segala pencegahan terus dilakukan Namun rasa takut terus mengintai pertiwi oh corona, mengapa kau datang hanya untuk menghancurkan saja Pengangguran sudah ada dimana-mana Sedangkan kebutuhan terus merajalela Bagaimana nasib para pelajar? Para pekerja? serta para manusia yang ingin meraup pecahan uang entah berapapun adanya Segala produktivitas telah diretas Sudah puaskah kau corona? Merenggut kebersamaan orang orang di dunia Besar jasa tim medis untuk melawan virusmu Doa-doa kami selalu terlantunkan untukmu corona Cepatlah bosan berada di bumi ini Kembalilah keasalmu, kau sudah cukup lama berlabuh di duniaku Wahai corona Karenamu sosialisasi di dunia ini terasa fana Yang dulunya ramai kini sep...