Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

PUISIku

Sayap Mungilku Betapa tersentaknya sirine hatiku Karena merdunya lonceng notifmu Katamu manis mencipta sebuah tawa Tak lupa jemari ini membalas katamu dengan lincahnya Hari berlalu hari berganti sore meskipun sang baskara menepis haluku aku selalu bertahan bersama sosok pondasiku dia yang ku temukan dibalik tirai keseharianku Tatkala itu sore pukul lima semilir angin menghembus paksa sayap mungilku Lihatlah aku terombang-ambing tak berdaya Kehilangan sosok pondasi yg selalu menyemangati hari tanpa henti Sudahlah angin, Sudah puaskah membuatku terluka? kau cukup jahat untuk aku yang tak kuat Terbang sudah sayap mungilku itu bersama gelembung gemilang harapanku Semuanya lebur ditelan ribuan debu Mungkin kamu bukanlah garis masa depanku Untukmu, Semoga kamu terbang bahagia bersama alammu yang baru Untukku, Semoga potongan sayapku segera terobati dan kisah ini tak pernah terulangi lagi. by.ulfa

PUISIku

Rintik Rindu Hujan.. lagi lagi aku terguyur rindu membendung cemas lama tak bertemu catatan kusam yang tak lagi kubaca seragam couple yang tak lama ku kenakan Membawaku terbang ke dalam tempo dulu Dengarlah gemericik air yang tak kunjung berhenti seperti inilah kisah rinduku yang tak kunjung pasti Yang dulunya membatu kian menjadi rintik sendu Inilah kisahku Hujan.. mengapa kau mengiris jasmaniku Padahal bermain denganmu adalah kegemaranku Aku tak punya banyak payung tuk menghindarimu Aku juga tak punya banyak ember untuk menampungmu Rinduku meluap sudah... Rindu yang menyiksa raga Dikala aku tak ingin mengenal siapa-siapa hingga kau melemparku dalam kenangan yang perih dimata Pecah sudah imajinasiku olehmu Kau yang kala itu candu dalam memoriku kini tak lagi membawa tawa berseri Cukup sudah rintik rindu.. Jangan bawa aku dalam rintikmu Jangan tenggelamkan aku dalam genanganmu Yang aku tau kau selalu berporos dikepalaku Dan mengiang manja d...

PUISIku

Fatamorgana Rasa Kamu itu fatamorganaku Kamu yang mengajariku ritme kebahagiaaan Sebuah alunan rasa yang terlalu indah untuk dideskripsikan Namun berujung pada titik kemustahilan Kamulah fatamorganaku Yang hanya bisa ku gapai dari jauh Bayangmu memang menyejukkan netra namun faktanya kamulah rasa yang fana Rasa yang pernah ada namun hanya sementara Rasaku untukmu selalu masuk dalam zona Padahal rasaku seutuhnya untukmu fatamorgana Sedangkan kau mengelabuiku dalam kedipan mata maafkan aku fatamorgana aku belum bisa menjadi apa yang kamu pinta dalam setiap doa Satu kalimat untukmu fatamorgana Kau sederhana namun selalu menghipnotis rasa Fatamorgana Kamu memang ada, namun untuk memiliki rasamu aku tak kuasa Tolong.. Biarkan rasaku selalu bergelembung dalam kiasanmu fatamorgana Rasa yang tak pernah sirna dan tak akan pernah terbalas juga

PUISIku

RUBIK Aku teman sunyimu Ingatkah kala itu kau mengumpan tanya tiada hentinya Hingga kau terjebak sendiri dalam kerumitan semua tantangan butuh perjuangan Harusnya kau tak membiarkan kesempatan itu terlewatkan Namun apa? Kau tangkis aku dengan sebuah elakan Kau sungguh kejam rubik yang dulunya menyatu kini bercerai tak menentu yang dulunya penuh warna kini kusam dan mati rasa Inikah balasan terindah untukku? Mungkin kau tak pernah tau dan tidak akan pernah tau bukan hanya menjadi teman sepimu tapi aku ingin menjadi teman hidupmu aku trauma dengan keadaan dunia imajinasi fantasi bahkan ilusi ternyata tak pernah menjadi pasti layaknya aku dan kau yang takkan bisa serumpun lagi. Mungkin, Aku tak lagi menyenangkan memang amat membosankan Tak pernah bisa sepemikiran untuk kau anggap sebagai teman bukannya aku menyebar dan menghindar namun kau sendiri yang memutar hingga rupa warnaku kian memudar Inilah aku si rubik yang mati rasa yang ...