PUISIku


Sayap Mungilku

Betapa tersentaknya sirine hatiku
Karena merdunya lonceng notifmu
Katamu manis mencipta sebuah tawa
Tak lupa jemari ini membalas katamu dengan lincahnya

Hari berlalu hari berganti sore
meskipun sang baskara menepis haluku
aku selalu bertahan bersama sosok pondasiku
dia yang ku temukan dibalik tirai keseharianku

Tatkala itu sore pukul lima
semilir angin menghembus paksa sayap mungilku
Lihatlah aku terombang-ambing tak berdaya
Kehilangan sosok pondasi yg selalu menyemangati hari tanpa henti

Sudahlah angin,
Sudah puaskah membuatku terluka?
kau cukup jahat untuk aku yang tak kuat
Terbang sudah sayap mungilku itu
bersama gelembung gemilang harapanku
Semuanya lebur ditelan ribuan debu

Mungkin kamu bukanlah garis masa depanku
Untukmu,
Semoga kamu terbang bahagia bersama alammu yang baru
Untukku,
Semoga potongan sayapku segera terobati
dan kisah ini tak pernah terulangi lagi.


by.ulfa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman psikotest di PT YMMA

Geguritan

Pengalaman Interview di PT YMMA