Puisiku

 Cakram keluarga


Lelaki pertama yg mengajariku arti sebuah ketulusan

Lelaki yg selalu aku prioritaskan namanya dalam setiap malam

Lelaki kuat yg mentransfer energinya utk melindungiku

Siapa lagi kalau bukan ayah..



Ingatkah ayah?

Engkau tetap tersenyum dikala punggungmu terlalu lelah

Kasihmu terlihat fana dimata, namun dihati itu terasa nyata

Ayah bekerja tak kenal lelahnya

Demi kebutuhan keluarga yg tiada hentinya


Butiran keringatmu mengartikan tulusnya kasihmu ayah

Mengajariku hal hal kecil yg selalu menerbitkan tawa

Berkali kali aku jatuh dan hampir memutus asa

Namun ayah lebih dulu mencegahnya



Ayah..

Engkau selalu ingin kehidupan putra putrimu ini lebih baik darimu

Karena itu engkau rela berjuang hingga memasuki usia renta

Karena tak ingin masa depan anakmu ini sirna

Bukankah begitu ayah?


Pada masanya usia ayah semakin renta

Kini giliran aku yg akan membuat gelombang tawamu ayah

Membalas jasa jasamu yg tak terkira

Aku ingin diusiamu yg semakin menua ini

Engkau hanya rileks menikmati kesuksesan anakmu ini ayah

Tak lagi bersusah payah mencari kesana kemari demi berlembar rupiah


Lihatlah ayah

Anakmu ini sudah ada di kota orang

Beradaptasi dengan makhluk makhluk lain bahasa

Terimakasih ayah,

Tak sia sia engkau mengajariku arti kemandirian yg sebenarnya

Hingga aku berani menatap semesta dan selalu yakin kesuksesan pasti ada.


By. Ulfa


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman psikotest di PT YMMA

Geguritan

Pengalaman Interview di PT YMMA