Puisiku
Memori Masa Tenggang
Masa putih abu yang tak lagi bernyawa
Masa masa ini akan melewati titik akhirnya
Ingatkah pertama kali jantungmu berdegup kencang?
Ketika para seniormu bersorak sorak riang
Ingin rasanya diri ini memberontak
Namun apalah daya senior itu maha benar
Sedangkan aku?
Aku hanyalah junior kecil yang tak berkuasa
Bahkan ketika tak sengaja melanggarnya
Aku terus berhadapan dengan trauma
Namun sekarang aku mengerti
Ajaran keras senior ini sangat beguna
untuk menghadapi dunia kerja yang tak kalah kerasnya
Perjuangan putih abu kian merumit
Dari pertama aku mendaftar sampai melewati segala metamorfosanya
Kemudian Aku bertemu dengan makhluk-makhluk tak bernama
Mulai beradaptasi dalam sebuah ruang cerita
Lalu menangkap sinyal sinyal dari tenaga yang amat berjasa
Masa putih abu penuh warna..
Ketika itu pula sahabatku bertambah
Tak sia-sia aku bertransformasi begitu panjangnya
Dari sebuah desa kecil hanya untuk meraup ilmu yang begitu besar
Selalu ada keyakinan setiap langkahku dalam mengais ilmu
Usai sudah kisah kita..
Buku buku yang semakin usang dan membayang
Seragam couple yang tak lagi ku kenakan
Gerbang sekolah yang tak lagi ku lewati
Jajanan kantin yang kini tak bisa ku peroleh kembali
Bangku impian yang tak lagi diperebutkan
Tugas tugas berserakan tak lagi memenuhi ruang kepala
Tak lupa canda tawa kalian sahabat yang takkan pernah terganti
Bahkan seseorang yang pernah membekas dihati kini tak dapat ku temui
Aku merindu kawan..
Merindu celotehan tak bermakna dari kalian
Tradisi turun temurun yang selalu diterapkan
Kebersamaan yang selalu melingkupi tiga tahun itu
Menoreh indah dalam memoriku
Segala kisah putih abu kita tak akan cukup dalam sebuah album, kawanku sayang
kerennn
BalasHapus