PUISIku
RUBIK
Aku teman sunyimu
Ingatkah kala itu
kau mengumpan tanya tiada hentinya
Hingga kau terjebak sendiri dalam kerumitan
semua tantangan butuh perjuangan
Harusnya kau tak membiarkan
kesempatan itu terlewatkan
Ingatkah kala itu
kau mengumpan tanya tiada hentinya
Hingga kau terjebak sendiri dalam kerumitan
semua tantangan butuh perjuangan
Harusnya kau tak membiarkan
kesempatan itu terlewatkan
Namun apa?
Kau tangkis aku dengan sebuah elakan
Kau sungguh kejam
rubik yang dulunya menyatu
kini bercerai tak menentu
rubik yang dulunya menyatu
kini bercerai tak menentu
yang dulunya penuh warna
kini kusam dan mati rasa
Inikah balasan terindah untukku?
Mungkin kau tak pernah tau
dan tidak akan pernah tau
bukan hanya menjadi teman sepimu
tapi aku ingin menjadi teman hidupmu
dan tidak akan pernah tau
bukan hanya menjadi teman sepimu
tapi aku ingin menjadi teman hidupmu
aku trauma dengan keadaan
dunia imajinasi fantasi bahkan ilusi
ternyata tak pernah menjadi pasti
layaknya aku dan kau yang takkan bisa serumpun lagi.
dunia imajinasi fantasi bahkan ilusi
ternyata tak pernah menjadi pasti
layaknya aku dan kau yang takkan bisa serumpun lagi.
Mungkin,
Aku tak lagi menyenangkan
memang amat membosankan
Tak pernah bisa sepemikiran
untuk kau anggap sebagai teman
Aku tak lagi menyenangkan
memang amat membosankan
Tak pernah bisa sepemikiran
untuk kau anggap sebagai teman
bukannya aku menyebar dan menghindar
namun kau sendiri yang memutar
hingga rupa warnaku kian memudar
Inilah aku
si rubik yang mati rasa
yang kau biarkan tercecer kemana-mana
setelah kau permainkan seenaknya
Masihkah kau ingin menghancurkannya?
si rubik yang mati rasa
yang kau biarkan tercecer kemana-mana
setelah kau permainkan seenaknya
Masihkah kau ingin menghancurkannya?
by.Ulfa
Puitis bgt mbak
BalasHapusTerima kasih kk💕
Hapus